Kamis, 05 Mei 2016

Pahami Gejala Penyakit Jantung Koroner dan Pengobatannya

Penyakit jantung koroner adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yaitu sekitar 35%. Penyakit yang juga dikenal dengan istilah penyakit jantung iskemik ini penyebab utamanya adalah terhambatnya darah yang mengalir ke jantung oleh lemak, karena arteri jantung dipenuhi dengan timbunan lemak yang dikenal dengan istilah aterosklerosis. Selain mengganggu suplai darah yang menuju ke jantung, aterosklerosis juga memicu proses trombosis  atau penggumpalan darah. Jika hal tersebut terjadi, aliran darah yang menuju ke jantung akan terblokir, dan serangan jantung koroner pun akan terjadi.

Jika tidak ditangani dengan serius, penyakit jantung dapat merenggut nyawa seseorang. Sebab jika tidak memperoleh suplai darah yang cukup, kinerja jantung akan menurun dan kemampuannya dalam memompa darah juga semakin melemah. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah gagal jantung. 

Berdasarkan tingkat penyumbatan aliran darah ke jantung, penyakit jantung koroner terbagi atas dua jenis:

1. Angina (angin duduk)
Angina terjadi karena suplai darah ke otot jantung menurun disebabkan adanya penyempitan pembuluh darah. Angina dipicu oleh aktifitas fisik maupun stress dan berlangsung beberapa menit yang rasanya menyebar di sekitar dada, sehingga dada terasa sakit, sesak dan seolah tertindih oleh beban berat. Selain itu, penderita juga akan merasakan mual, pusing, lelah,dan gelisah. 

2. Serangan Jantung
Jika aliran darah yang menuju ke jantung terhambat sepenuhnya, maka penyakit ini disebut serangan jantung. Penyebab utamanya adalah terjadinya trombosis atau penggumpalan darah. Jika tidak segera ditangani, hanya dalam hitungan menit, otot jantung akan rusak secara permanen.

Pengobatan Penyakit Jantung Koroner
Untuk mengatasi jantung koroner, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Memperbaiki pola hidup dengan rajin berolahraga, menjaga pola makan, tidak merokok dan mengkonsumsi minuman keras, istirahat dengan cukup dan sebagainya. Sebab, penyakit jantung tidak dapat disembuhkan, melainkan hanya dapat dicegah agar kondisinya tidak semakin memburuk. 
  • Jika memperbaiki pola hidup oleh dokter masih dirasa belum cukup, maka penanganan medis harus dilakukan untuk mengatasi penyakit jantung koroner, bisa dengan mengkonsumsi obat-obatan, seperti: statin, antiplatelet, dan antihipertensi, atau dengan prosedur operasi atau pembedahan. (*)


0 komentar:

Poskan Komentar